Pentingnya Inreyen Motor Baru


Motor baru perlu inreyen atau dalam istilah bulenya break-in. Ibarat pacar baru, pasti ada perlakuan sangat khusus untuk masa penyesuaian. Sama halnya dengan motor yang baru turun dari dealer.

Sumber: viva.co.id
Menariknya, masih banyak yang belum tahu prosedur inreyen yang benar. Padahal, masa inreyen ini akan menentukan keawetan dan kinerja motor kedepannya. Apa saja sih yang perlu diperhatikan?

Nah, prosedur inreyen yang benar diberikan Astra Honda Motor. Dalam laman resminya, inreyen tidak diperbolehkan motor langsung bekerja keras atau ekstrem pada 500 kilometer pertama.

Maksud ekstrem di sini seperti menekan tuas gas terlalu penuh pada saat start, berkendara dengan kecepatan tinggi, atau melakukan pengereman secara mendadak.

Dianjurkan, atur putaran mesin yang dihasilkan oleh motor dengan cara mengendalikan RPM di angka stabil dan tidak melebihi batas yang dianjurkan pada buku pedoman pemakaian motor.

Tak kalah penting, jangan memaksa motor langsung melaju dengan kecepatan tinggi sejak awal digunakan karena akan memperpendek usia komponen-komponen di dalamnya akibat gesekan berlebihan.

Hindari pula berkendara secara ekstrem, terutama pada saat kondisi jalan basah atau licin. Sebab ban motor baru masih mengalami proses adaptasi sehingga grip yang dihasilkan di atas jalanan masih belum begitu optimal dan berisiko selip.

Selanjutnya, jangan mengangkut beban yang berlebihan pada saat masa inreyen. Hal ini hanya akan menambah beban kerja komponen-komponen dalam motor dan mengurangi usia pemakaian motor anda ke depannya.

Jangan lupa segera ganti oli dengan yang baru setelah melalui 1.000 km pertama. Hal ini bertujuan agar sisa-sisa partikel hasil gesekan antarkomponen seperti serpihan logam pembentuk komponen tersebut dapat larut dan dibuang bersama oli bawaan.

Post a Comment

0 Comments