Mengenal tentang Spew, Indikator Baru Tidaknya Sebuah Ban - Pecinta Modifikasi

Halaman

    Social Items

Ban adalah bagian dari sebuah mobil yang rentan aus. Ini karena fungsinya yang langsung bersentuhan dengan aspal jalanan sehingga menyebabkan bahan pembuat sebuah ban cepat aus. Ban sendiri terbuat dari karet yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mempunyai lajur atau grid tertentu. 


Grid ini berfungsi untuk mencengkram aspal jalanan ketika mobil melaju. Semakin aus grid sebuah ban maka performa mobil tersebut juga akan menurun. Di lain pihak, bila ban aus terus dipakai dan tidak segera diganti bisa mengancam keselamatan mengemudi.

Sebagus apapun sebuah ban, ketika sudah aus harus segera mendapatkan penggantian yang baru. Ini karena alasan sebagaimana disebutkan diatas.

Ketika membeli ban baru, sudah pasti akan dijumpai bagian-bagian seperti serat yang menonjol di berbagai sisi permukaan ban baru tersebut. Beberapa pengendara mungkin belum paham mengapa ban baru punya hal tersebut. Ini disebut rambut ban.

Rambut ban sendiri sebenarnya bukanlah sebuah masalah. Bahkan untuk sebuah ban dengan harga mahal sekalipun pasti dijumpai juga.

Secara teknis rambut ban terjadi karena proses produksi di pabrik. Pembuatan ban dilakukan dengan cara menuangkan karet cair yang sudah dipanaskan dengan suhu tertentu kedalam cetakan khusus. Untuk membentuk ban dengan sempurna, udara ditiupkan kedalam molding ban, selanjutnya udara harus bisa keluar agar ban benar-benar terbentuk sebagai sebuah produk siap pakai.

Jalur keluar udara inilah yang nantinya menjadi rambut ban sebagaiman lazim kita jumpai. Ini disebut dengan istilah spew.

Sejumlah teknisi mengatakan spew di bagian permukaan dan bukan samping ban adalah juga bukti ban tersebut masih baru. Seperti diketahui bersama, selain ban yang diproduksi langsung oleh pabrik, sejumlah bengkel atau karoseri juga memproduksi ban daur ulang atau biasa dikenal dengan nama vulkanisir.

Ban vulkanisir didapat dengan menambahkan grid pada ban yang sudah diafkir sehingga bisa kembali dipakai. Tentu saja harga menjadi lebih murah ketimbang ban baru dengan sistem cetak. Tetapi banyak pengguna mobil utamanya mobil pribadi lebih memilih untuk memakai ban secara langsung yang baru diproduksi dari pabriknya.

Alasan utamanya tentu saja karena kualitas yang dimiliki lebih mahal, meski terkadang sedikit mahal. Tapi keamanan tentu bukan sesuatu yang bisa ditawar-tawar. Sebaiknya memang menggunakan ban baru dengan tanda adanya spew di bagian permukaan luar ban tersebut.

Jadi mulai saat ini berhenti memikirkan kenapa ban yang baru saja dibeli punya bintik-bintik karet kecil dan tersebar secara acak di seluruh permukaan ban. Sebab itu artinya ban mobil atau motor anda sudah diganti dengan yang baru dan siap digunakan untuk kembali beraktifitas berasam mobil atau motor kesayangan.


Mengenal tentang Spew, Indikator Baru Tidaknya Sebuah Ban

Ban adalah bagian dari sebuah mobil yang rentan aus. Ini karena fungsinya yang langsung bersentuhan dengan aspal jalanan sehingga menyebabkan bahan pembuat sebuah ban cepat aus. Ban sendiri terbuat dari karet yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mempunyai lajur atau grid tertentu. 


Grid ini berfungsi untuk mencengkram aspal jalanan ketika mobil melaju. Semakin aus grid sebuah ban maka performa mobil tersebut juga akan menurun. Di lain pihak, bila ban aus terus dipakai dan tidak segera diganti bisa mengancam keselamatan mengemudi.

Sebagus apapun sebuah ban, ketika sudah aus harus segera mendapatkan penggantian yang baru. Ini karena alasan sebagaimana disebutkan diatas.

Ketika membeli ban baru, sudah pasti akan dijumpai bagian-bagian seperti serat yang menonjol di berbagai sisi permukaan ban baru tersebut. Beberapa pengendara mungkin belum paham mengapa ban baru punya hal tersebut. Ini disebut rambut ban.

Rambut ban sendiri sebenarnya bukanlah sebuah masalah. Bahkan untuk sebuah ban dengan harga mahal sekalipun pasti dijumpai juga.

Secara teknis rambut ban terjadi karena proses produksi di pabrik. Pembuatan ban dilakukan dengan cara menuangkan karet cair yang sudah dipanaskan dengan suhu tertentu kedalam cetakan khusus. Untuk membentuk ban dengan sempurna, udara ditiupkan kedalam molding ban, selanjutnya udara harus bisa keluar agar ban benar-benar terbentuk sebagai sebuah produk siap pakai.

Jalur keluar udara inilah yang nantinya menjadi rambut ban sebagaiman lazim kita jumpai. Ini disebut dengan istilah spew.

Sejumlah teknisi mengatakan spew di bagian permukaan dan bukan samping ban adalah juga bukti ban tersebut masih baru. Seperti diketahui bersama, selain ban yang diproduksi langsung oleh pabrik, sejumlah bengkel atau karoseri juga memproduksi ban daur ulang atau biasa dikenal dengan nama vulkanisir.

Ban vulkanisir didapat dengan menambahkan grid pada ban yang sudah diafkir sehingga bisa kembali dipakai. Tentu saja harga menjadi lebih murah ketimbang ban baru dengan sistem cetak. Tetapi banyak pengguna mobil utamanya mobil pribadi lebih memilih untuk memakai ban secara langsung yang baru diproduksi dari pabriknya.

Alasan utamanya tentu saja karena kualitas yang dimiliki lebih mahal, meski terkadang sedikit mahal. Tapi keamanan tentu bukan sesuatu yang bisa ditawar-tawar. Sebaiknya memang menggunakan ban baru dengan tanda adanya spew di bagian permukaan luar ban tersebut.

Jadi mulai saat ini berhenti memikirkan kenapa ban yang baru saja dibeli punya bintik-bintik karet kecil dan tersebar secara acak di seluruh permukaan ban. Sebab itu artinya ban mobil atau motor anda sudah diganti dengan yang baru dan siap digunakan untuk kembali beraktifitas berasam mobil atau motor kesayangan.