Polisi Dapat Cabut Kepemilikan Smart SIM Bila Pemilik Kerap Kena Tilang - Pecinta Modifikasi

Halaman

    Social Items


Korps Polisi Lalu Lintas( Korlantas) Polri bakal meluncurkan Smart Surat Izin Mengemudi( SIM), pada 22 September 2019 mendatang. Smart SIM berbeda dengan model SIM dikala ini, sebab dapat menyimpan informasi pelanggaran pemilik.

Apalagi, Smart SIM bakal dibekali chip spesial buat menyimpan duit elektronik( e- money). Data diri pemilik SIM jua bakal lebih detail. Tidak hanya itu, Smart SIM pula bakal terkoneksi secara online dengan data pusat Polri, lewat Integrated Road Safety Maangement System( IRSMS).

"Fungsi IRSMS utnuk merkam data, jadi nanti pelanggaran dan berapa kali pelanggarannya akan tercatat," kata kasubdit SIM Ditregident Korlantas Polri Kombes Pol Hery Sutrisman, dikutip dari laman resmi NTMC Polri.

Sistem Poin Masih Digodok

Menurutnya, Smart SIM nanti juga akan dibarengi dengan penerapan sistem poin. Seperti yang dilakukan oleh negara-negara maju. Pelanggar akan mendapatkan pengurangan poin.

Tapi sistem poin pada Smart SIM belum akan berlaku dalam waktu dekat. Sebab, pihaknya masih dalam tahap pembicaraan serta perancangan mengenai sistem regulasinya.

Saat ini sedang digodok di Direktorat Penegakan Hukum, kurang lebih sama seperti di Hong Kong dan Australia, tambah Hery.


Seperti diberitakan sebelumnya, pengurangan poin rencananya akan dilakukan berdasarkan kategori pelanggaran. Pelanggaran ringan akan dikenakan 1 poin, pelanggaran sedang 3 poin, dan pelanggaran berat 5 poin. Setiap pemilik SIM akan diberi 70 poin untuk batas pelanggaran denga maksimal melakukan 5 kail pelanggaran berkendara.

Sumber: Otosia.com

Polisi Dapat Cabut Kepemilikan Smart SIM Bila Pemilik Kerap Kena Tilang


Korps Polisi Lalu Lintas( Korlantas) Polri bakal meluncurkan Smart Surat Izin Mengemudi( SIM), pada 22 September 2019 mendatang. Smart SIM berbeda dengan model SIM dikala ini, sebab dapat menyimpan informasi pelanggaran pemilik.

Apalagi, Smart SIM bakal dibekali chip spesial buat menyimpan duit elektronik( e- money). Data diri pemilik SIM jua bakal lebih detail. Tidak hanya itu, Smart SIM pula bakal terkoneksi secara online dengan data pusat Polri, lewat Integrated Road Safety Maangement System( IRSMS).

"Fungsi IRSMS utnuk merkam data, jadi nanti pelanggaran dan berapa kali pelanggarannya akan tercatat," kata kasubdit SIM Ditregident Korlantas Polri Kombes Pol Hery Sutrisman, dikutip dari laman resmi NTMC Polri.

Sistem Poin Masih Digodok

Menurutnya, Smart SIM nanti juga akan dibarengi dengan penerapan sistem poin. Seperti yang dilakukan oleh negara-negara maju. Pelanggar akan mendapatkan pengurangan poin.

Tapi sistem poin pada Smart SIM belum akan berlaku dalam waktu dekat. Sebab, pihaknya masih dalam tahap pembicaraan serta perancangan mengenai sistem regulasinya.

Saat ini sedang digodok di Direktorat Penegakan Hukum, kurang lebih sama seperti di Hong Kong dan Australia, tambah Hery.


Seperti diberitakan sebelumnya, pengurangan poin rencananya akan dilakukan berdasarkan kategori pelanggaran. Pelanggaran ringan akan dikenakan 1 poin, pelanggaran sedang 3 poin, dan pelanggaran berat 5 poin. Setiap pemilik SIM akan diberi 70 poin untuk batas pelanggaran denga maksimal melakukan 5 kail pelanggaran berkendara.

Sumber: Otosia.com